Peran Runtime VC (Visual C++ Redistributable) pada Windows

Dalam sistem operasi Windows, banyak aplikasi tidak bisa berjalan hanya dengan file program utama saja. Aplikasi tersebut membutuhkan pustaka (library) tambahan agar bisa berfungsi dengan normal. Salah satu pustaka paling penting adalah Visual C++ Runtime atau Visual C++ Redistributable.

Runtime VC merupakan komponen pendukung yang wajib ada di sistem agar aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman C++ (Microsoft Visual C++) dapat dijalankan dengan baik.

Pengertian Runtime VC

Visual C++ Runtime adalah kumpulan file pustaka (DLL) yang digunakan oleh program berbasis Visual C++.
Contoh file yang termasuk di dalamnya:

  • msvcp140.dll
  • vcruntime140.dll
  • msvcr120.dll

File-file tersebut berisi fungsi dasar seperti:

  • Pengolahan memori
  • Operasi matematika
  • Manajemen input-output
  • Proses sistem internal

Tanpa file ini, aplikasi tidak tahu cara menjalankan fungsi-fungsi dasarnya.

Peran Runtime VC

1. Menjalankan Aplikasi Berbasis C++

Banyak software dan game dikembangkan menggunakan Visual C++. Runtime VC berperan sebagai “jembatan” antara aplikasi dan sistem operasi Windows.

2. Mencegah Error Saat Membuka Program

Jika Runtime VC tidak terpasang, biasanya akan muncul pesan error seperti:

“msvcp140.dll is missing”
“vcruntime140.dll was not found”

Artinya, aplikasi tidak menemukan pustaka yang dibutuhkan untuk berjalan.

3. Menjaga Kompatibilitas Antar Aplikasi

Setiap versi Visual C++ memiliki runtime tersendiri (2010, 2013, 2015–2022, dan seterusnya).
Aplikasi lama tetap membutuhkan runtime lama, sementara aplikasi baru membutuhkan runtime baru.

4. Menghemat Ukuran Aplikasi

Developer tidak perlu menyertakan semua pustaka ke dalam setiap aplikasi. Mereka cukup mengandalkan runtime yang terpasang di sistem pengguna.

Mengapa Di Komputer Ada Banyak Versi Runtime VC?

Karena:

  • Aplikasi berbeda dibuat dengan versi Visual C++ yang berbeda
  • Runtime tidak selalu bisa digantikan oleh versi terbaru
  • Menghapus versi lama bisa menyebabkan aplikasi lama gagal berjalan

Itulah sebabnya kita sering melihat banyak versi seperti:

  • Visual C++ 2010
  • Visual C++ 2013
  • Visual C++ 2015–2022
    dengan arsitektur x86 (32-bit) dan x64 (64-bit).

Perbedaan Runtime VC x86 dan x64

  • x86 → untuk aplikasi 32-bit
  • x64 → untuk aplikasi 64-bit

Meskipun Windows sudah 64-bit, aplikasi 32-bit tetap membutuhkan runtime x86.
Karena itu, biasanya disarankan menginstal keduanya.

Risiko Menghapus Runtime VC

Menghapus Runtime VC bisa menyebabkan:

  • Game tidak bisa dibuka
  • Software error saat dijalankan
  • Program tiba-tiba crash
  • Instalasi aplikasi gagal

Oleh karena itu, Runtime VC tidak disarankan untuk dihapus, kecuali benar-benar tahu aplikasi mana yang memakainya.

Kesimpulan

Runtime VC (Visual C++ Redistributable) memiliki peran penting sebagai pustaka pendukung agar aplikasi berbasis Visual C++ dapat berjalan di Windows.
Tanpa Runtime VC, banyak aplikasi tidak akan bisa dijalankan meskipun file programnya lengkap.

Avatar photo
Bang Yogi

Saya ingin melihat-lihat untuk mendapatkan ide segar dan kadang-kadang hanya duduk dan bekerja di depan komputer berjam-jam.

Articles: 600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *